Tampilkan postingan dengan label keistimewaan Al-Qur'an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keistimewaan Al-Qur'an. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Mei 2011

10 Nama Surat Al-Fatihah


“Marilah kita membaca Ummul Qur’an sebelum memulai pelajaran,” ujar seorang guru. Perkataan tersebut tentu sudah sering kita dengar. Ummul Qur’an merupakan salah satu dari nama-nama surat al-Fatihah. Di samping itu, surat ini juga memiliki nama-nama lain yang cukup banyak dengan makna yang berbeda pula tentunya. Berikut nama lain surat al-Fatihah yang disebutkan beberapa kitab tafsir.
1.        Fatihatul Kitab dan Fatihatul Qur’an
Nama ini disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Ubadah bin Shomit, bahwa Rasulullah bersabda:
لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ
“Tidak ada (tidak sah) sholat bagi orang yang tidak membaca Fatihatul Kitab”[1]
Imam Fakhruddin Ar-Rozi mengatakan bahwa nama ini diberikan sebab al-Fatihah menjadi pembuka dalam mushaf, dalam kegiatan pengajaran, dan bacaan pertama dalam shalat. Ada pula yang berpendapat bahwa ia disebut demikian karena menjadi pembuka setiap perkataan.

2.        Ummul Qur’an
Dari Abu Hurairah bahwa rasulullah bersabda,
اَلْحَمْدُ لِلهِ أُمُّ الْقُرْأَنِ وَأُمُّ الْكِتَابِ وَالسَّبْعُ الْمَثَانِي
“Al-hamdu lillahi (surat Al-Fatihah) adalah induk Al-Qur’an, induk Al-Kitab dan tujuh (ayat) yang diulang-ulang.”[2]
Imam Az-Zamakhsyari dalam tafsir Al-Kasysyaf mengatakan, “Ia dinamakan Ummul Qur’an (induk Al-Qur’an) karena surat ini mencakup seluruh makna-makna yang terdapat di dalam Al-Qur’an, mulai dari pujian terhadap Allah, menghamba pada-Nya dengan menunaikan perintah dan menjauhi larangan-Nya, serta adanya janji dan ancaman dari Allah”

Surat ini dinamakan sebagai “induk” atau “ibu” (umm), karena kata umm bermakna ashl (pangkal). Ia merupakan pangkal kaidah-kaidah atau pondasi Al-Qur’an di mana seluruh hukum berporos padanya.

3.        Suratul Hamd
Dinamakan demikian karena di dalamnya disebutkan kata al-hamdu lillahi rabbil ‘alamin. Kata ini sering dibaca sebagai ungkapan rasa syukur dan bentuk pujian terhadap Allah swt.

4.        Suratush Sholah
Surat ini disebut ash-sholah karena ia dibaca dalam sholat minimal 17 kali sehari. Al-Fatihah merupakan bagian pokok dari rukun sholat, yang mana sholat tersebut tidak sah jika tidak membaca surat al-Fatihah.

5.        Suratusy Syifa’
Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Darimi dari Abdul Malik bin Umair, bahwa Rasulullah saw bersabda:
فِيْ فَاتِحَةِ الْكِتَابِ شِفَاءٌ مِنْ كُلِّ دَاءٍ
“Dalam Fatihatul Kitab (Al-Fatihah) terdapat penawar dari segala penyakit”
6.        Suratur Ruqyah
Ada yang berpendapat bahwa letak ruqyah tersebut terletak dalam firman Allah swt:
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ
“Hanya kepada-Mu kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan” (Al-Fatihah: 5)
Namun, ulama yang lain menegaskan bahwa seluruh isi surat tersebut adalah ruqyah (jampi).

7.        Asasul Qur’an
Imam Fakhruddin Ar-Rozi mengatakan bahwa surat ini dinamakan sebagai asa al-Qur’an karena pertama, ia merupakan surat pertama dalam al-Qur’an sehingga ia seperti pondasi. Kedua, mengandung tuntutan yang mulia. Dan ketiga, ibadah yang paling utama setelah iman yaitu shalat. Yang mana di dalam shalat wajib membaca Asasul Qur’an ini.

8.        As-Sab’ul Matsani
Dinamakan as-sab’u (tujuh) karena surat ini berisi tujuh ayat. menurut Ar-Rozi, setiap ayat al-fatihat sebanding dengan sepertujuh kandungan al-Qur’an. Orang yang membaca fatihah sama dengan membaca seluruh isi Al-Qur’an.
Sedangkan disebut al-matsani karena ia selalu diulang pada setiap rakaat shalat. Ada juga yang berpendapat tentang penamaan al-Matsani karena ayat ini diturunkan sebanyak dua kali yaitu di Mekkah dan Madinah.

9.        Al-Qur’anul Azhim
Disebut sebagai al-Qur’an yang Agung karena suat ini berisi pjian kepada Allah dengan sifat-sifat kesempurnaan dan keagungan-Nya.

10.    Suratul Kafiyah
Dinamakan sebagai suratul kafiyah berdasarkan hadits yang diriwayatkan Muhammad bin Kholad Al-Iskandaroni bahwa nabi saw bersabda:
“Ummul Qur’an (Al-Fatihah) itu pengganti dari yang lainnya, sedangkan yang lainnya tidak akan bisa menggantikannya.”
Artinya, surat ini lebih mencukupi dari segi makna dan kandungan daripada surat-surat yang lainnya.

(Sumber: The Secret of Al-Fatihah & Ayat Kursi, karya Salafuddin Abu Sayyid)


[1][1] Al-Bukhari, Shohihul Bukhari, Jilid I hlm 263 hadits no. 723. Imam Muslim, Shohih Muslim (Al-Jami’us Shohih), Jilid I hlm 295, hadits no 34.
[2] At-Tirmidzi, Sunan At-Tirmidzi, jilid V hlm 297, hadits no 3124.

Ayat Kursi sebagai Penangkal Jin

Ketika kita melihat film  yang bermuatan horor ataupun mistis, seringkali film tersebut menayangkan skenario pemain yang ketakutan akan kehadiran sesosok makhluk halus. Adakalanya pemain tersebut melafalkan ayat kursi guna mengusir keberadaan makhluk tak diinginkan tersebut. Pernahkah Anda memikirkan mengapa si aktor membaca ayat kursi saat menghadapi sang makhluk halus?

Coba sekilas kita tengok nuzulul Qur’an ayat kursi tersebut. Diriwayatkan dari Muhammad bin Al-Hanafiyah, “Ketika turun ayat Kursi, maka robohlah setiap berhala setiap berhala yang ada di muka bumi. Demikian juga, terjatuhlah setiap raja yang ada di dunia dan terjatuhlah pula mahkota-mahkota dari kepala mereka, dan setan pun lari dengan saling memukul antara sebagian mereka terhadap sebagian yang lain, sampai akhirnya mereka mendatangi iblis dan menyampaikan kejadian itu kepadanya. Iblis pun menyuruh mereka agar mencari tahu tentang persoalan itu. Mereka pun akhirnya sampai di kota Madinah dan berhasil memperolah informasi bahwa (penyebab kesemuanya itu adalah) telah turunnya ayat kursi”[1]

Hadits di atas menggambarkan betapa luar biasanya efek ayat kursi hingga membuat setan lari tunggang langgang.  Lebih lanjut al-Qurthubi mengatakan bahwa ayat ini berisi tauhid dan sifat-sifat Allah yang luhur. Surat yang turun pada malam hari ini, terdiri dari 50 kata dan setiap kata berisi 50 berkah. Surat ini sebanding dengan sepertiga kandungan al-Qur’an.[2] Subhanallah..

Hal inilah yang membuat setan tidak berani bila dihadapkan dengan ayat kursi. Ia tidak punya nyali untuk menggoda manusia yang telah mengakui Allah sebagai Tuhan yang sebenar-benarnya. Itulah sebabnya mengapa si setan lebih memilih untuk melarikan diri.

Maka dari itulah, banyak hadits yang menganjurkan untuk menjadikan ayat ini sebagai wirid, agar dapat terhindar dari godaan setan. Bahkan, menjelang tidur pun kita disunnahkan untuk membaca ayat ke-255 Surat Al-Baqarah ini. Mengapa? Karena apabila kita membacanya sebelum tidur, maka Allah menyertakan malaikat yang akan menjaganya hingga pagi tiba.


[1] Al-Qurthubi, Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an, jilid 3, hal 268.
[2] Salafuddin Abi Sayyid, The Secret of Al-Fatihah & Ayat Kursi, (Solo: Mumtaza,2008) hlm 214.

Rabu, 11 Mei 2011

Apa Kata Al-Qur’an tentang Embriologi?

Dirangkum oleh: Khoiriyah Fatma Nuryati

Embriologi merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang membahas tentang perkembangan manusia ketika di dalam rahim. Al-Qur’an sebagai kitab yang tertulis sejak 1400 tahun lalu tersebut pun, juga berbicara tentang konsep embriologi. Jauh sebelum fakta-fakta ilmiah tentang embriologi ditemukan berabad-abad kemudian.

Seorang Profesor Ilmu Janin dan Pimpinan Departemen Anatomi Universitas Toronto, Canada, Prof. Dr. Keith Moore tidak banyak berkomentar tentang Al-Qur’an. Ia hanya bisa berkata bahwa  informasi tentang seluk-beluk janin di dalam Al-Qur’an, sangat cocok dengan fakta-fakta ilmiah yang ada.

Beberapa penjelasan Al-Qur’an yang memuat fakta ilmiah tentang embriologi adalah sebagai berikut.
1.        Manusia Diciptakan dari ‘Alaq


“Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.” (QS. Al-‘Alaq: 2)

Kata alaq berarti segumpal darah, sesuatu yang melekat, atau suatu benda yang seperti zat. Semua arti tersebut merupakan ciri-ciri dari suatu janin di awal pertumbuhannya. Janin berupa gumpalan daral yang melekat pada dinding uterus.

2.        Manusia Diciptakan dari Tetesan yang Memancar

“Maka hendaklah manusia memperhatikan dari Apakah Dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang dipancarkan,” (QS. At-Thaariq: 5-6)

Maksud dari air yang dipancarkan pada surat di atas adalah sperma laki-laki yang diproduksi oleh testis. Yang mana alat reproduksi tersebut berada di dekat ginjal antara tulang belakang dan iga. Keterangan ini sangat cocok dengan penemuan ilmiah para peneliti.

3.        Manusia Diciptakan dari Nutfatun Amsyaaj (Zat Cair yang Dicampur)

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur[1] yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan Dia mendengar dan melihat.” (QS. Al-Insan: 2)

Kata nutfatin amsyaajin berarti zat cair yang dicampur. Menurut beberapa mufassirin, zat cair yang dicampur tersebut adalah percampuran antara sel sperma laki-laki dengan sel telur perempuan.

4.        Penentuan Jenis Kelamin




“Bukankah Dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya, lalu Allah menjadikan daripadanya sepasang: laki-laki dan perempuan.” (QS.Al-Qiyamah: 37-39)

Kata nutfatun min maniyyin mengisyaratkan bahwa jenis kelamin suatu janin ditentukan oleh sel sperma laki-laki. Penelitian ilmiah juga menyebutkan hal yang sama. Jika sperma yang membuahi sel telur adalah kromosom X, maka janin tersebut akan menjadi perempuan. Apabila yang membuahi adalah sperma kromosom Y, maka janin tersebut akan menjadi laki-laki.


5.        Janin Dilindungi oleh Tiga Selubung Kegelapan






“Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya isterinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. tidak ada Tuhan selain dia; Maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?” (QS.Az-Zumar: 6)

Menurut Prof. Keith Moore, tiga selubung kegelapan tersebut mengacu pada:
a. Dinding abdominal muka dari ibu
b. Dinding kandungan
c. Selaput amnio-korionik


6.        Penciptaan Indera Penglihatan dan Pendengaran
Indera pertama yang digunakan manusia adalah indera pendengaran. Janin dapat mendengar suara setelah minggu ke-24. Setelah pendengaran, barulah indera penglihatannya berfungsi. Fakta ilmiah tersebut dipaparkan al-Qur’an secara gamblang pada beberapa surat berikut.
 




“Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.” (QS.As-Sajdah: 9)


Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan Dia mendengar dan melihat. (QS.Al-Insan: 2)


  
“dan Dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur.” (QS. Al-Mu’minum: 78)

(Dirangkum dari buku “Keajaiban Al-Qur’an dalam Telaah Sains Modern” karangan Dr.Zakir Naik dan dr. Gary Miller)




[1] Maksudnya: bercampur antara benih lelaki dengan perempuan.

Senin, 09 Mei 2011

Keistimewaan Buah Pisang dalam Al-Quran


Pisang merupakan salah satu buah yang berasal dari Asia Tenggara. Para saudagar Islam menyebarluaskan pertumbuhan tanaman ini hingga ke Afrika Barat, Amerika Selatan, dan Amerika Tengah. Akhirnya tanaman pisang ini pun menyebar luas ke berbagai penjuru dunia. Indonesia merupakan negara penghasil pisang nomor empat di dunia. Pada tahun 2004 lalu, produksi pisang Indonesia mencapai 4.874.439 ton. Namun, meskipun produksi pisang bangsa ini cukup melimpah, tingkat konsumsi pisang penduduk Indonesia masih tergolong sangat rendah.[1]

Bagi masyarakat Indonesia, mengonsumsi apel atau strawbery terkesan lebih bergengsi dibanding mengonsumsi pisang. Berbeda dengan masyarakat negara Barat yang lebih memilih mengonsumsi pisang yang memiliki banyak khasiat daripada apel maupun strawbery. Adapun beberapa khasiat buah pisang di antaranya yaitu: [2]
1.      Mencegah gangguan jantung dan pembuluh darah
2.      Mengobati gangguan pencernaan
3.      Mengobati hipokalimea
4.      Menurunkan kadar gula darah
5.      Mengurangi mual
6.      Mencegah depresi dan mengobati insomnia

Allah berfirman dalam QS. Al-Waqiah ayat 27-29 yang berbunyi,
  وأصحب اليمين ما أصحب اليمين . في سدر مخضود . وطلح منضود
“Dan golongan kanan, Alangkah bahagianya golongan kanan itu. Berada di antara pohon bidara yang tak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya)”[3]

Ayat di atas menjelaskan tentang keistimewaan buah pisang yang merupakan salah satu buah khas surga. Begitu istimewanya buah pisang sehingga disejajarkan dengan buah surga lainnya yaitu kurma, delima, dan anggur. Al-Quran telah menyebutkannya sebelum penelitian tentang khasiat buah pisang dilakukan.

Keistimewaan buah pisang yang ada di surga tersebut belum tentu sama dengan buah-buahan yang ada di dunia. Namun keterangan al-Quran tentang buah-buahan khas surga tersebut mengingatkan kita kepada janji Allah tentang surga dan segala kenikmatannya.[4] Jadi, marilah kita bergegas mengonsumsi buah surga yang satu ini.


[1] Heri Herdiansyah, The Miracle: mengungkap Rahasia Makanan dan Minuman Berkhasiat dalam Al-Quran, (Jakarta: Zikrul Hakim, 2007) hlm 68.
[2] Heri Herdiansyah, The Miracle: mengungkap Rahasia, hlm 69.
[3] QS. Al-Waqiah: 27-29
[4] Heri Herdiansyah, The Miracle: mengungkap Rahasia, hlm 43-44.

Budaya Membaca


Membaca merupakan jendela dunia. Pepatah tersebut mungkin sudah ribuan kali terdengar di telinga, terpampang sebagai slogan, tercetak dalam lembaran buku, dsb. Namun sangat jarang yang dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Di kota Kota Bukittinggi berdiri sebuah perpustakaan umum yang megah bernama Pustaka Daerah Bung Hatta. Perpustakaan yang dibuka sejak 21 September 2006 memiliki koleksi buku sebanyak 93.375 buah, yang tersebar pada berbagai disiplin ilmu seperti agama, sejarah, keterampilan dan umum. Meskipun perpustakaan ini cukup besar, namun kurang dimanfaatkan secara maksimal. Jumlah kunjungan setiap harinya hanya mencapai 300-400 orang yang didominasi oleh kalangan pelajar/mahasiswa. Padahal pengelola perpustakaan ini sudah berusaha menarik para pengunjung diluar dari pelajar/mahasiswa dengan cara meluncurkan “Program Family Member”.[1]

Potret tersebut membuktikan bahwa minat baca di kalangan masyarakat Indonesia begitu rendah. Hal tersebut tentu tertolak belakang dengan wahyu yang pertama kali disampaikan Jibril kepada Muhammad saw.
إقرأ بالسم ربك الذي خلق
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan” (QS. Al-‘Alaq: 1)

Iqra’, bacalah!. Ayat tersebut jelas memerintahkan kepada umat muslim untuk melestarikan budaya membaca. Membaca segala sesuatu yang dapat dibaca, mulai dari al-Qur’an, buku teks, majalah, koran, dan sebagainya. Dalam ayat tersebut Allah tidak memerintahkan untuk membaca kalam-Nya saja, melainkan membaca segala sumber bacaan yang bersifat global.

Maka dari itu, sebagai seorang muslim, sudah seharusnya kita melestarikan budaya membaca. Sebab membaca merupakan salah satu bentuk ketaatan seorang muslim terhadap perintah Tuhan-Nya. Seorang muslim yang tidak gemar membaca secara tidak sadar telah melanggar firman Allah swt. Na’udzubillahi min dzalik.



[1] Muslimin Beta, Mewujudkan Masyarakat Pembelajar (On Becoming a Learning Society) Dalam Rangka Terciptanya Masyarakat Cinta Perpustakaan, diakses dari http://perpustakaan.teratama.com/ pada 23 Oktober 2010.