Senin, 09 Mei 2011

Cara Mudah Menghafal Al-Quran

Judul Buku      : Cara Mudah Bisa Menghafal Al-Quran
Penulis             : Ahmad Salim Badwilan
Penerbit           : Bening
Kota Terbit      : Jogjakarta
Tahun terbit     : 2010
Tebal buku      : 140 halaman + cover
Harga Buku     : Rp. 5000
Peresensi         : Khoiriyah Fatma Nuryati

            Menghafal al-Quran bukanlah perkara yang mudah. Tidak semudah menghafal rumus-rumus fisika, kimia, maupun matematika. Bahasa al-Quran sungguh berbeda dengan bahasa yang digunakan sehari-hari. Menjawab semua keresahan tersebut, buku bersampul hijau ini hadir untuk mengungkap berbagai rahasia menghafal Kalamullah.
            Buku ini memaparkan beberapa alasan seseorang yang memiliki motivasi untuk menghafalkan al-Quran. Menghafal al-Quran termasuk salah satu sunnah Nabi saw, dan para penghafalnya memiliki derajat yang paling tinggi di surga. Kegiatan ini juga merupakan simbol utama bagi umat Islam, benteng pertahanan dari serangan musuh-musuh Islam.
Selain itu, buku setebal 140 halaman ini juga membahas tentang kaidah-kaidah dalam menghafalkan al-Quran. Kaidah pertama yaitu ikhlas, artinya menghafal al-Quran harus diniatkan mengharap ridho Allah semata. Kedua, memperbaiki kualitas bacaan al-Quran. Ketiga, menentukan ukuran hafalan sehari-hari berdasarkan kemampuan masing-masing. Keempat, memperkuat hafalan dengan mengulang-ulangnya di mana dan kapan saja. Kelima, memakai satu mushaf ketika proses menghafal. Keenam, menyertai hafalan dengan pemahaman. Ketujuh, mengikat awal surat dengan akhir surat. Kedelapan, istiqomah dalam menghafal al-Quran.
Disamping itu, di dalam buku ini juga dipaparkan tentang hal-hal yang membantu proses menghafalkan al-Quran, media dan metode menghafal, serta hambatan-hambatan dalam menghafalkan al-Quran. Salah satu metode menghafal yang disinggung dalam buku ini adalah metode duet. Metode duet merupakan metode yang melibatkan dua orang sekaligus. Hendaknya dua orang tersebut memiliki kesesuaian dari aspek psikologis, pendidikan, usia, dan kesamaan kegiatan. Agar kegiatan menghafal dapat dilakukan kapan dan dimana pun, baik ketika pulang-pergi ke sekolah, saat istirahat, dsb.
Menurut peresensi, penyajian buku ini tergolong ringkas dan padat. Pembahasannya disajikan dalam bentuk poin-poin yang memudahkan pembaca dalam memahaminya. Namun, keringkasan tersebut terkadang membuat informasi yang disajikan terkesan kurang jelas. Sebaiknya buku ini juga memuat tentang kisah-kisah fenomenal tentang para penghafal al-Quran. Kisah-kisah tersebut tentunya dapat menumbuhkan motivasi yang lebih besar bagi pembaca.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar